Lukisan sebagai Sumber Sejarah
Melalui banyak medium seperti film atau bahkan kisah-kisah romansa, pelukis tampak sebagai sosok yang berdiam diri dalam studio dengan bau cat serta kanvas dan kuas yang berserak. Penggambaran seperti ini sering kali menyitir pemikiran kita tentang pelukis dan karya seni lukis yang hanya boleh dipamerkan di ruang-ruang pamer dengan bingkai dan kanvas yang besar.
Hal ini yang kemudian barangkali membuat seni jalanan seperti poster, dan grafiti tampak seperti sampah visual, alih-alih dianggap sebagai corong suara rakyat melalui gambar.
Lebih lanjut lagi, hal ini yang menjadi pertanyaan selanjutnya, mengapa selama menjalani masa sekolah pada pelajaran seni rupa dan khususnya menggambar, gambar yang kita hasilkan begitu asing dengan realitas dan cenderung bernuansamooi indie. Namun, buku Melukis di Tengah Perang karya Fatih Abdulbari ini membawa kenyataan baru.
